My Mr. Super Busy

Img00121-20110103-1939

I was starting wrote it while eating in the resto, ALONE.

Yup A-L-O-N-E.
Untuk kesekian kali si mascar membatalkan janji bertemu karena distraksi pekerjaan. Jam kerjanya benar-benar tak tentu, bersifat tentative, dan nyaris 24/7 (mungkin hanya bisa ditandingi oleh 7/11 atau circle K).

Apabila diukur dengan derajat kemakluman, saya mungkin telah menempati level tertinggi kemakluman. Dimana hati dilarang keras ikut campur dan hanya logika yang berperan. Karena ketika hati ikutan nimbrung, semua akan menjadi amburadul.

Begitulah. Saia seringkali harus berkompromi dengan jadwal kerjanya yang membabi buta. Bagi perusahaannya, 5 hari yang ditetapkan serasa kurang. Ngantor dikala libur hari besar keagamaan saja pernah dilakukannya, apalagi hanya sekedar wiken. Ngantor dikala wiken adalah hal biasa, lumrah, maklum.

Distraksi-distraksi pekerjaannya adalah makanan sehari-hari pertemuan kami. Lagi enak-enaknya ngobrol, bosnya telpon. Hobi ketak ketik, bukan bbm atau twitteran seperti saia, tapi untuk membalas email-email kantor. Jika tidak, kami memang sengaja memilih tempat makan atau nongkrong yang nyaman untuk dia bekerja. Dan saia?
Sebagai teman wanita terdekatnya, saia berusaha untuk tidak membebaninya dengan banyak tuntutan bertemu apalagi "menye-menye". Saia selalu Mengerti dan Maklum. Selalu mendukung dan memberi semangat. Menjadi pendengar saat dia bercerita tentang pekerjaannya (walaupun saia lebih banyak tidak mengertinya :p ).
Tapi secara tidak langsung, saia belajar mengerti, berkompromi dan lebih menggunakan logika daripada menghamba pada perasaan :)

-luvlynene-

PS: Foto itu dikirim si mascar di salah satu kegiatan lemburnya. Hal kecil yang menghibur :)

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT